Kenapa Harus Mercon

KENAPA HARUS MERCON?

Bogor, 12 Agustus 2011/12 Ramadhan 1432 H. Written By David Haris

DAAR..!!! Tiba-tiba terdengar letupan keras diluar rumah. Astaughfirullah!!  Terdengar dekat sekali. Jantung pun berdegup dengan keras. Tak lama kemudian di susul suara tangis yang sangat ku kenal. Anakku yang perempuan menangis keras dan sepertinya ketakutan. Waktu itu dia sedang bermain di kamar dengan abangnya. Aku segera bergegas ke kamar mengambil dan memeluknya. Sementara abangnya menutup telinga dengan kedua jarinya. Letupan itu kemudian terdengar lagi dan lagi. Sambil menangis anakku terus memelukku dengan erat sampai letupan tersebut berhenti. Aku tidak bisa apa apa selain memeluknya. Dia terus menangis. Dan sejak itu setiap kali ada letupan mercon atas petasan. Anakku berlari ke arahku dan memeluk erat terisak . Menangis dan ketakutan.

Itulah sedikit ilustrasi yang terjadi pada anak kami di bulan Ramadhan. Saya memang tak bisa berbuat apa-apa waktu itu. Yang jelas kejadian itu telah menimbulkan dampak psikologis terhadap perkembangan anak kami. Usianya belum genap 2 tahun. Saya tidak mungkin langsung marah kepada yang membakar petasan atau mercon tersebut . Yang saya tahu pasti adalah yang menyalakankan mercon bukanlah anak-anak SD. Mungkin juga anak belasan tahun, anak muda atau bahkan dewasa, karena saya sering melihat yang membakar mercon adalah tetangga sendiri juga. Namun begitulah corak ramadhan zaman sekarang, yang masih terjadi di mana-mana.

Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa harus semarak dengan mercon? Kenapa di Bulan Ramadhan? Bulan yang suci penuh rahmat yang semestinya di isi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk meraih ampunan dan pahala yang berlipat ganda. Namun juga di jejali dengan suara mercon? Memang sayang sekali, kenyataan ummat Islam sendirilah yang melakukan hal-hal seperti ini. Seperti sudah lumrah dan tradisi. Seperti membakar uang sendiri dan kemudian  habis. Kesenangan sesaat tapi membawa dampak kerusakan fisik dan psikologis. Dampak fisik karena sebelum Ramadhan sudah ada pabrik mercon yang meledak di Situbondo mengakibatkan belasan rumah rusak dan korban luka-luka. Ini hampir terjadi tiap tahun. Bahkan sudah ada undang-undang ancaman 20 tahun bagi pengguna dan penjual mercon atau petasan. Tapi seperti tidak ada bekas dan mercon tetap dijual bebas dimana-mana.

Saya mengajak semua kita berfikir bahwa kejadian seperti diatas bisa kita atasi mulai dari diri kita sendiri dengan memahami hukum-hukum Islam.

Pertama, Mercon adalah tradisi yang asalnya bukan berasal dari Islam. Tapi dari golongan Non Islam, seperti tahun baru masehi, kalender china dan juga lain-lain. Jadi, kita juga diwanti-wanti oleh Rasululllah Salallahu ‘Alahi Wa salam untuk tidak mengikuti suatu tradisi dan golongan dari luar Islam.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” (HR. Ahmad, sanadnya hasan)

Kedua, Mengganggu tetangga sangat dilarang oleh Islam. Bahkan, boleh di katakan TIDAK BERIMAN. Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya, “Siapa itu Ya Rasulullah?” Jawab Nabi, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (H.R. Bukhari)

Bagaimana mungkin amalan ibadah di bulan Ramadhan kita bakal diterima kalau kita sering mengganggu tetangga. Kita semestinya WAJIB MEMULIAKAN TETANGGA. Kita jangan ‘menghadiahi’ tetangga dengan suara mercon, mestinya makanan seperti di contohkan Rasululllah yang memerintahkan istrinya agar memasak kuah lebih banyak agar bisa di berikan kepada tetangga. Bagaimana kalau tetangga kita itu ternyata ada penyakit jantung dan tiba-tiba meninggal? Kita tentu sudah menzhalimi orang di dunia dan diri kita sendiri nanti di akhirat.

Bukankah lebih baik kita gunakan uang untuk hal-hal yang lebih mendatangkan manfaat? Seperti sodaqoh. Ini sangat dianjurkan apalagi dibulan Ramadhan. Membelikan makanan buat orang yang berpuasa untuk berbuka atau mengundang mereka untuk buka puasa dirumah. Sungguh kita sudah memuliakan tetangga kita. Rasulullah juga bersabda pahala orang berpuasa tersebut akan dihadiahkan Allah kepada kita, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.

Jadi sebagai muslim kita wajib mengetahui hukum dan adab Islam dalam bertetangga. Menjaga kenyamanan lingkungan dengan baik adalah bagian dari syiar yang bisa membawa ketentraman sehingga kita sudah bisa menjunjung nilai-nilai luhur Islam itu sendiri. Berupaya untuk berbuat amalan kebaikan dan menjauhi segala hal yang tidak membawa manfaat apalagi dosa. Allah Maha tahu segala perbuatan hambaNya dan pasti akan mendapat ganjaran. Wallahu’alam.

About deftleon
Hi, I'm originally from Padang & I love to make friends. I was born in Bukitinggi, Sumatera Barat, Indonesia,(the country that I love most). I love Islam, Allah and Muhammad Salallahu Wa'alaihi Wassalam. Right now, I am working as English Teacher in a private senior high school in Bogor. And I enjoy it.

4 Responses to Kenapa Harus Mercon

  1. syamsul hadi says:

    iya tuh pak, tetangga saya juga yang maen mercon itu ternyata bapaknya…..

  2. aaziyad says:

    klo ud besar maennya bom pak … he he

    • deftleon says:

      Wah…gawat kalau begitu ya…namun harus dicermati juga kalau yang suka ngebom itu motifnya apa. Islam melarang kita membunuh jiwa tak berdosa, apalagi bom bunuh diri ya. banyak hadist Rasulullah Salallahu Wa’alaihi Wassalam yang menunjukan kalau bunuh diri itu bakal di siksa di neraka. Naudzubillahi munzhalik!! ngeri ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: